What To Know
- MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator membagi kepribadian ke dalam 16 tipe berdasarkan empat pasangan preferensi, yaitu Extraversion dan Introversion, Sensing dan Intuition, Thinking dan Feeling, serta Judging dan Perceiving.
- Berbeda dari kreativitas yang hanya fokus pada visual atau cerita, kreativitas ENTP sering muncul dalam bentuk inovasi dan pemecahan masalah.
Pernah nggak, kamu merasa punya banyak ide, suka menulis, senang membuat konsep, atau sering melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda? Bisa jadi, kreativitas memang menjadi salah satu kekuatan yang kamu miliki.
Salah satu cara yang sering digunakan untuk memahami kecenderungan seseorang adalah MBTI. Meskipun bukan penentu mutlak karier, MBTI bisa membantu kita mengenali cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengekspresikan ide.
Apa Hubungan MBTI dengan Kreativitas?
MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator membagi kepribadian ke dalam 16 tipe berdasarkan empat pasangan preferensi, yaitu Extraversion dan Introversion, Sensing dan Intuition, Thinking dan Feeling, serta Judging dan Perceiving.
Dalam konteks kreativitas, MBTI bisa membantu melihat kecenderungan seseorang dalam:
- menghasilkan ide;
- memproses informasi;
- menyelesaikan masalah;
- bekerja bersama orang lain;
- mengekspresikan diri;
- mengembangkan konsep.
Namun, penting untuk diingat bahwa semua tipe MBTI bisa menjadi kreatif. Kreativitas tetap bisa berkembang melalui latihan, pengalaman, rasa ingin tahu, dan lingkungan yang mendukung.
Berikut lima tipe MBTI yang sering dikaitkan dengan kecenderungan kuat di dunia kreatif.
Baca Juga: Cara Memahami Potensi Karier dari Kepribadian Berdasarkan MBTI
1. INFP: Kreatif melalui Cerita dan Makna
INFP sering dikenal sebagai pribadi yang imajinatif, reflektif, dan dekat dengan nilai personal.
Tipe ini biasanya memiliki dunia batin yang kaya. Mereka senang mengeksplorasi perasaan, makna, dan berbagai kemungkinan yang belum tentu terlihat oleh orang lain.
Kreativitas INFP sering muncul melalui cerita. Mereka mampu mengubah pengalaman, emosi, atau keresahan menjadi tulisan, visual, maupun karya yang terasa personal.
Beberapa kekuatan kreatif INFP antara lain:
- storytelling;
- menulis;
- membangun konsep;
- memahami emosi audiens;
- menciptakan karya yang punya pesan.
Bidang pekerjaan yang bisa dieksplorasi:
- content writer;
- copywriter;
- penulis buku;
- scriptwriter;
- ilustrator;
- brand storyteller.
Namun, INFP juga perlu berhati-hati agar tidak terlalu lama terjebak dalam proses berpikir. Ide yang bagus tetap perlu diwujudkan menjadi karya nyata.
2. ENFP: Kreatif melalui Ide dan Eksplorasi
ENFP dikenal antusias, terbuka terhadap hal baru, dan mudah melihat banyak kemungkinan.
Tipe ini biasanya senang brainstorming, bertemu orang baru, mencoba pengalaman berbeda, serta menghubungkan satu ide dengan ide lainnya.
Kreativitas ENFP sering muncul dari rasa penasaran. Mereka mudah menemukan angle baru, membaca tren, dan menciptakan gagasan yang terasa segar.
Beberapa kekuatan kreatif ENFP antara lain:
- menghasilkan banyak ide;
- membangun campaign;
- membaca tren;
- berkomunikasi dengan audiens;
- menghubungkan berbagai konsep.
Bidang pekerjaan yang bisa dieksplorasi:
- creative strategist;
- social media specialist;
- content creator;
- campaign planner;
- brand strategist;
- event creative.
Tantangan ENFP biasanya bukan kekurangan ide, tetapi menjaga fokus. Karena terlalu banyak hal terasa menarik, mereka perlu belajar menentukan prioritas dan menyelesaikan satu project sebelum berpindah ke ide berikutnya.
3. ISFP: Kreatif melalui Visual dan Pengalaman
ISFP sering dikaitkan dengan kepekaan estetika, perhatian terhadap detail, serta kemampuan mengekspresikan diri melalui karya.
Tipe ini biasanya lebih nyaman menunjukkan kreativitas melalui sesuatu yang bisa dilihat, dirasakan, atau dialami secara langsung.
Mereka dapat memiliki kepekaan terhadap warna, bentuk, komposisi, suasana, dan berbagai elemen visual yang mungkin tidak langsung disadari orang lain.
Beberapa kekuatan kreatif ISFP antara lain:
- memahami estetika visual;
- menciptakan karya yang personal;
- memperhatikan detail;
- bekerja secara langsung dan praktis;
- membangun pengalaman yang terasa autentik.
Bidang pekerjaan yang bisa dieksplorasi:
- graphic designer;
- fashion stylist;
- fotografer;
- interior designer;
- makeup artist;
- visual content creator.
ISFP biasanya menghasilkan karya terbaik ketika diberi ruang untuk bereksperimen. Namun, mereka juga perlu belajar menjelaskan ide kepada orang lain agar visi kreatifnya lebih mudah dipahami oleh tim atau klien.
4. ENTP: Kreatif melalui Eksperimen dan Problem Solving
ENTP dikenal suka mengeksplorasi ide baru, menantang cara lama, dan mencari solusi yang tidak biasa.
Berbeda dari kreativitas yang hanya fokus pada visual atau cerita, kreativitas ENTP sering muncul dalam bentuk inovasi dan pemecahan masalah.
Mereka cenderung menikmati pertanyaan seperti, “Bagaimana kalau kita mencoba cara lain?” atau “Apakah ada solusi yang lebih efektif?”
Beberapa kekuatan kreatif ENTP antara lain:
- menciptakan konsep baru;
- melihat peluang;
- memecahkan masalah;
- menguji berbagai pendekatan;
- menantang asumsi yang sudah ada.
Bidang pekerjaan yang bisa dieksplorasi:
- advertising creative;
- creative director;
- entrepreneur;
- product innovator;
- UX strategist;
- campaign strategist.
ENTP bisa sangat kuat pada tahap ideasi. Namun, mereka juga perlu membangun kemampuan eksekusi dan konsistensi agar gagasan tidak berhenti sebagai konsep.
5. INFJ: Kreatif melalui Insight dan Pesan yang Mendalam
INFJ biasanya punya kemampuan melihat pola, memahami emosi, dan menangkap hal-hal yang tidak selalu disampaikan secara langsung.
Kreativitas tipe ini sering muncul melalui karya yang punya tujuan, pesan, atau dampak bagi orang lain.
Mereka tidak hanya memikirkan apakah sebuah karya menarik, tetapi juga apakah karya tersebut punya makna dan bisa membangun hubungan dengan audiens.
Beberapa kekuatan kreatif INFJ antara lain:
- memahami kebutuhan audiens;
- menyusun pesan emosional;
- membangun konsep dengan tujuan;
- melihat hubungan antara ide dan dampak;
- menciptakan cerita yang mendalam.
Bidang pekerjaan yang bisa dieksplorasi:
- content strategist;
- writer;
- filmmaker;
- brand storyteller;
- communication specialist;
- social campaign planner.
INFJ biasanya punya visi yang kuat. Namun, mereka juga perlu menjaga ekspektasi agar tidak terlalu perfeksionis terhadap karya sendiri.
Kreativitas Tidak Selalu Berbentuk Visual
Ketika mendengar pekerjaan kreatif, banyak orang langsung membayangkan desain, fotografi, atau ilustrasi. Padahal, kreativitas punya bentuk yang lebih luas.
Ada orang yang kreatif melalui kata-kata. Ada yang kuat dalam visual. Ada yang kreatif dalam menyusun strategi. Ada pula yang menemukan solusi baru dari masalah yang rumit.
Contohnya:
- content writer kreatif melalui tulisan;
- social media officer kreatif melalui ide konten;
- brand strategist kreatif melalui positioning;
- product designer kreatif melalui pemecahan masalah;
- event planner kreatif melalui pengalaman;
- marketer kreatif melalui campaign.
Artinya, kamu tidak harus menjadi seniman untuk bekerja di bidang kreatif. Yang penting adalah bagaimana kamu menggunakan ide untuk menciptakan sesuatu yang baru, relevan, atau bermanfaat.
Cara Mengetahui Bidang Kreatif yang Cocok
Mengetahui tipe MBTI bisa menjadi langkah awal. Namun, kamu tetap perlu mencoba secara langsung untuk menemukan bidang kreatif yang benar-benar sesuai.
1. Perhatikan Aktivitas yang Membuatmu Lupa Waktu
Coba lihat aktivitas apa yang membuatmu merasa antusias.
Apakah kamu suka menulis? Membuat visual? Mengedit video? Menyusun konsep? Membaca tren? Atau menyelesaikan masalah?
Aktivitas yang sering membuatmu fokus tanpa merasa terpaksa bisa menjadi petunjuk kekuatan kreatifmu.
2. Kenali Bentuk Kreativitas yang Paling Nyaman
Tidak semua orang nyaman mengekspresikan kreativitas dengan cara yang sama.
Kamu mungkin lebih suka bekerja melalui:
- tulisan;
- visual;
- suara;
- strategi;
- ide;
- pengalaman;
- problem solving.
Dengan mengenali bentuk yang paling nyaman, kamu bisa lebih mudah menentukan bidang yang ingin dikembangkan.
3. Coba Project Kecil
Kamu tidak perlu menunggu sampai merasa ahli.
Mulailah dari project kecil, seperti:
- menulis artikel;
- membuat content plan;
- mendesain poster;
- mengedit video pendek;
- membuat campaign sederhana;
- mengelola akun komunitas;
- membuat portfolio personal.
Project kecil bisa membantu kamu mengenali apakah kamu benar-benar menikmati prosesnya.
4. Minta Feedback dari Orang Lain
Kadang, kita sulit melihat kekuatan diri sendiri.
Kamu bisa meminta feedback dari teman, rekan kerja, mentor, atau komunitas. Tanyakan bagian mana dari karyamu yang terlihat kuat dan apa yang masih perlu dikembangkan.
Feedback bukan untuk menentukan nilai dirimu, tetapi untuk membantu melihat potensi dari sudut pandang lain.
5. Bangun Portfolio dari Proses
Portfolio tidak harus berisi project besar dari perusahaan terkenal.
Kamu bisa mulai dari personal project, tugas kuliah, hasil organisasi, freelance, atau project komunitas.
Yang penting, tunjukkan proses berpikir, hasil karya, dan skill yang digunakan.
Dari sana, kamu bisa mulai membangun personal branding di bidang kreatif yang kamu pilih.
Baca Juga: Cara Menjadi T-Shaped Person agar Lebih Siap Menghadapi Dunia Kerja
Jangan Jadikan MBTI sebagai Batasan Karier
Meskipun beberapa tipe MBTI sering dikaitkan dengan kreativitas, bukan berarti hanya tipe tersebut yang bisa bekerja di bidang kreatif.
INTJ bisa menjadi creative strategist yang kuat. ISTP bisa kreatif dalam desain produk. ESTJ bisa menciptakan sistem kerja yang inovatif. ESFJ bisa membangun pengalaman komunitas yang menarik.
Setiap tipe punya cara kreatifnya masing-masing.
Karena itu, MBTI sebaiknya digunakan sebagai alat refleksi, bukan sebagai aturan yang menentukan masa depan karier.
Kamu tidak perlu membatasi diri hanya karena pekerjaan tertentu dianggap tidak cocok dengan tipe MBTI-mu. Minat, latihan, pengalaman, skill, dan lingkungan tetap punya peran yang lebih besar.
Kesimpulan
INFP, ENFP, ISFP, ENTP, dan INFJ memang sering dikaitkan dengan kecenderungan kuat di dunia kreatif. Namun, kreativitas tidak hanya dimiliki oleh lima tipe tersebut.
Setiap orang bisa mengembangkan kreativitas melalui proses belajar, eksperimen, dan keberanian mencoba. MBTI hanya membantu mengenali kecenderungan awal, bukan menentukan batas kemampuan.
Kalau kamu sedang mencari bidang kreatif yang sesuai dengan potensi diri, kamu tidak harus menjalaninya sendirian. Komunitas perempuan masa depan bisa menjadi ruang aman untuk belajar, berbagi karya, mencoba hal baru, dan saling mendukung dalam mengembangkan kreativitas.

