What To Know
- Misi Italian Trade Agency (ITA) Jakarta Trade Office ini turut menggandeng ASSOMAC asosiasi nasional asal Italia yang mewakili produsen mesin dan teknologi untuk industri alas kaki, barang dari kulit, serta penyamakan kulit, Assocalzaturifici (Asosiasi Produsen Alas Kaki Nasional Italia sekaligus penyelenggara pameran MICAM Milano), serta SACE, lembaga penjamin dan pembiayaan ekspor resmi milik Kementerian Ekonomi dan Keuangan Italia.
- Sesi presentasi publik dan pertemuan institusional tersebut menjadi puncak dari rangkaian misi ASSOMAC atau Asosiasi Nasional Produsen Mesin dan Teknologi untuk Industri Alas Kaki, Barang Kulit, dan Penyamakan Italia yang telah dimulai sebelumnya sejak kunjungan lapangan ke sentra penyamakan kulit Garut, Jawa Barat, pada 27 Juli lalu.
Jakarta, 29 Juli 2026 — Di tengah ingar-bingar runway BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, terdapat cerita penting turut berlangsung di Creative Stage tentang sebuah misi dagang lintas negara dari Italia mempertemukan pelaku industri mode, kulit, dan alas kaki.
Misi Italian Trade Agency (ITA) Jakarta Trade Office ini turut menggandeng ASSOMAC asosiasi nasional asal Italia yang mewakili produsen mesin dan teknologi untuk industri alas kaki, barang dari kulit, serta penyamakan kulit, Assocalzaturifici (Asosiasi Produsen Alas Kaki Nasional Italia sekaligus penyelenggara pameran MICAM Milano), serta SACE, lembaga penjamin dan pembiayaan ekspor resmi milik Kementerian Ekonomi dan Keuangan Italia. Dari sisi Indonesia, hadir Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono, jajaran Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), serta perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
Sesi presentasi publik dan pertemuan institusional tersebut menjadi puncak dari rangkaian misi ASSOMAC atau Asosiasi Nasional Produsen Mesin dan Teknologi untuk Industri Alas Kaki, Barang Kulit, dan Penyamakan Italia yang telah dimulai sebelumnya sejak kunjungan lapangan ke sentra penyamakan kulit Garut, Jawa Barat, pada 27 Juli lalu.
Dalam presentasinya, Direktur Jenderal ASSOMAC sekaligus pemimpin delegasi, Agostino Apolito, memaparkan visi menjadikan Garut sebagai pilot master plan kawasan industri mode dan kulit terpadu untuk menyatukan sektor industri, pariwisata, dan budaya dalam satu platform pengembangan. Visi ini sejalan dengan momentum Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa–Indonesia (EU–Indonesia CEPA) yang perundingannya telah rampung pada 23 September 2025 dan ditargetkan mulai berlaku awal 2027, membuka akses lebih luas terhadap standar, teknologi, material, dan rantai nilai global bagi pelaku usaha kedua kawasan.

“Garut berpotensi menjadi laboratorium teritorial bagi kemitraan industri Italia–Indonesia sebagai sebuah distrik mode dan kulit yang memadukan peluang dari CEPA, ambisi pertumbuhan tinggi, standar internasional, dan identitas lokal. Ini bukan sekadar transfer mesin, melainkan membangun ekosistem industri secara utuh, mulai dari teknologi, keterampilan, kelembagaan, hingga investasi,” kata Agostino Apolito, General Director ASSOMAC.
Dari sisi lifestyle dan tren mode, Matteo Scarparo, Head of Global Trade Assocalzaturifici sekaligus perwakilan MICAM Milano, membawakan sesi “Footwear in Dialogue: From Influence to Buying Strategies”. Ia memperkenalkan MICAM Milano sebagai kompas tren dunia alas kaki mempertemukan 794 brand, 402 di antaranya asal Italia dan 392 dari mancanegara, serta lebih dari 20.000 buyer profesional, dengan 57 persen berasal dari luar Italia.
Scarparo juga mengumumkan kampanye komunikasi terbaru MICAM Milano, “Shoes First” yang memposisikan sepatu bukan lagi sekadar pelengkap busana, melainkan objek budaya dan penanda identitas personal sekaligus mengabarkan pencalonan Seni Kerajinan Sepatu Italia (The Art of Italian Footwear) sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, yang jika berhasil akan menjadi pengakuan pertama di dunia untuk sektor alas kaki.
“Sepatu bukan lagi sekadar barang terakhir yang dikenakan seseorang, melainkan hal pertama yang diingat orang lain. Ubah sepatunya, ubah pula ceritanya. itulah semangat yang ingin kami bawa dalam setiap dialog dengan mitra baru, termasuk Indonesia,” kata Matteo Scarparo, Head of Global Trade, Assocalzaturifici / MICAM Milano.
Di dalam arus perdangan global, Cristina Colussi, Relationship Manager SACE untuk Asia Tenggara dan Oseania, mengungkapkan bahwa nilai ekspor Italia ke Indonesia mencapai 2,25 miliar euro pada 2025, tumbuh 80 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan kontribusi signifikan dari sektor mode, mulai dari mesin manufaktur (sekitar 120 juta euro), tekstil (40 juta euro), hingga kulit (30 juta euro). SACE, sambungnya, turut memperkenalkan skema Push Strategy atau solusi pembiayaan untied dengan jaminan hingga 80 persen yang dirancang untuk mempercepat kemitraan antara rantai pasok Italia dan pembeli di Indonesia.
“Indonesia adalah salah satu pasar pertumbuhan paling dinamis di Asia Tenggara bagi ekspor Italia. Basis manufaktur tekstil, kulit, dan alas kaki di sini menciptakan permintaan nyata terhadap teknologi dan material dari Italia, dan prioritas lokal ini sejalan dengan keunggulan Italia di bidang mesin, material, dan pengetahuan industri,” kata Cristina Colussi, Relationship Manager Southeast Asia & Oceania, SACE
Mewakili tuan rumah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Henny Setiadi, menyampaikan gambaran lanskap industri alas kaki nasional sekaligus kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia sebagai ponndasi kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha kedua negara. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara asosiasi industri, pemerintah, dan mitra internasional untuk mendorong hilirisasi, peningkatan kualitas produksi, serta perluasan akses pasar bagi produsen alas kaki dan kulit Tanah Air.
“Kolaborasi dengan mitra Italia membuka peluang bagi pelaku industri alas kaki dan kulit Indonesia untuk naik kelas — baik dari sisi teknologi, standar kualitas, maupun akses pasar global. Kekayaan budaya dan keragaman alam Indonesia adalah modal besar yang bisa kami padukan dengan keunggulan teknologi dan jejaring Italia,” kata Henny Setiadi, Ketua DPW Jawa Barat APRISINDO
Kehadiran misi dagang ASSOMAC di sela BTN Indonesia Fashion Week 2026 menegaskan bahwa tema “Ulos Simetria” tidak berhenti pada estetika runway. Simetri dimaksud turut merepresentasikan keseimbangan antara warisan budaya dan inovasi industri, antara kreativitas desainer dan kalkulasi bisnis lintas negara sehingga persis seperti kemitraan Indonesia dan Italia di sektor mode, kulit, dan alas kaki.
Rangkaian kolaborasi ini juga membuka jalan menuju panggung internasional berikutnya: pameran Simac Tanning Tech edisi ke-52 pada 15–17 September 2026 di Fiera Milano Rho diikuti lebih dari 300 exhibitor dari 20-plus negara dan dihadiri lebih dari 9.000 pengunjung dari 90-plus negara, serta MICAM Milano pada 13–15 September 2026, dua etalase utama industri mode dan alas kaki dunia yang membuka pintu lebih lebar bagi pelaku usaha Indonesia untuk go global.
Pertemuan institusional lanjutan turut digelar di VIP Room BTN Indonesia Fashion Week 2026 bersama perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan UKM RI, membahas tindak lanjut konkret berupa business matchmaking, transfer teknologi, serta peluang investasi lanjutan antara produsen mesin Italia dan pelaku industri kulit dan alas kaki Indonesia. (*

