What To Know
- Terkadang, rasa nyaman justru hadir ketika kita memahami cara memilih dan memadukan pakaian yang sesuai dengan karakter, tubuh, serta kebutuhan sehari-hari.
- Bukan tentang menyembunyikan kekurangan tubuh, tetapi tentang menemukan pakaian yang bisa mengikuti kebutuhan tubuh dan membuat kita merasa nyaman saat mengenakannya.
Hai Peeps …..
Pernah nggak, kamu merasa kurang percaya diri hanya karena outfit yang dipakai terasa kurang nyaman atau belum mencerminkan dirimu? Padahal, pakaian bukan hanya tentang mengikuti tren. Cara berpakaian juga bisa menjadi bagian dari bagaimana kita mengenali, menampilkan, dan menghargai diri sendiri.
Bagi perempuan, menemukan gaya berpakaian yang tepat bukan berarti harus selalu membeli pakaian baru atau mengenakan barang mahal. Terkadang, rasa nyaman justru hadir ketika kita memahami cara memilih dan memadukan pakaian yang sesuai dengan karakter, tubuh, serta kebutuhan sehari-hari.
Apa Arti Well Dressed?
Well dressed sering dianggap sebagai penampilan yang mewah, mengikuti tren, atau menggunakan pakaian bermerek. Padahal, maknanya tidak harus seperti itu.
Well dressed adalah kemampuan memilih pakaian yang nyaman, sesuai dengan aktivitas, dan mampu mencerminkan diri sendiri. Pakaian tersebut tidak harus mahal, selama ukuran, bahan, warna, dan cara memadukannya membuat kita merasa nyaman.
Artinya, tampil baik tidak selalu membutuhkan isi lemari yang penuh. Kita hanya perlu memahami pakaian apa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan bagaimana mengombinasikannya secara tepat.
Misalnya, satu kemeja putih bisa digunakan untuk beberapa suasana. Kemeja tersebut bisa dipadukan dengan blazer untuk bekerja, jeans untuk tampilan kasual, atau rok dan aksesori untuk menghadiri acara yang lebih feminin.
Mengapa Cara Berpakaian Bisa Memengaruhi Kepercayaan Diri?
Pakaian menjadi salah satu unsur yang dilihat ketika seseorang bertemu dengan kita. Penelitian yang diterbitkan dalam Personality and Social Psychology Review pada 2023 menjelaskan bahwa pakaian merupakan bagian penting dalam pembentukan persepsi terhadap seseorang, bersama wajah, tubuh, situasi, dan karakter orang yang melihatnya.
Artinya, pakaian dapat membantu menunjukkan kesan tertentu. Outfit formal bisa memberi kesan profesional, warna cerah dapat menampilkan sisi yang lebih ekspresif, sedangkan gaya minimalis bisa menghadirkan kesan sederhana dan rapi.
Namun, pakaian tidak otomatis membuat seseorang menjadi percaya diri. Rasa percaya diri tetap dibangun melalui proses yang lebih luas, seperti penerimaan diri, pengalaman, dan kemampuan yang terus dikembangkan.
Meski begitu, outfit yang nyaman dan sesuai dengan karakter dapat membantu seseorang merasa lebih siap saat menjalani aktivitas. Ketika tidak terlalu sibuk memikirkan pakaian yang terasa sempit, kurang sesuai, atau membuat tidak nyaman, kita bisa lebih fokus membawa diri dalam sebuah situasi.
Fashion Bisa Menjadi Bagian dari Self-Development
Self-development tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Proses mengenal diri juga bisa dimulai dari hal yang terlihat sederhana, termasuk memahami cara berpakaian.
Ketika memilih pakaian, sebenarnya kita sedang belajar mengenali banyak hal. Mulai dari warna yang disukai, potongan yang terasa nyaman, kebutuhan berdasarkan aktivitas, hingga kesan yang ingin ditampilkan.
Selanjutnya menurut Tali Stolovy pada penelitian pada tahun 2024 mengenai peran pakaian dalam body appreciation perempuan menunjukkan bahwa pakaian berpotensi mendukung hubungan yang lebih positif dengan tubuh.
Manfaat tersebut terutama terlihat ketika pakaian digunakan untuk mengekspresikan bagian diri yang dianggap bernilai, bukan hanya untuk memenuhi standar penampilan dari luar.
Dari sini, fashion dapat menjadi bagian dari proses menerima dan memahami diri. Bukan tentang menyembunyikan kekurangan tubuh, tetapi tentang menemukan pakaian yang bisa mengikuti kebutuhan tubuh dan membuat kita merasa nyaman saat mengenakannya.
Personal Style Bukan Tentang Mengikuti Semua Tren
Tren fashion bisa menjadi sumber inspirasi. Namun, bukan berarti semua tren harus diikuti.
Ada tren yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan kita, tetapi ada juga yang mungkin kurang nyaman ketika digunakan. Memaksakan diri mengikuti setiap tren justru bisa membuat kita kehilangan arah dan semakin bingung menentukan gaya pribadi.
Personal style lebih dekat dengan cara berpakaian yang terasa sesuai dengan diri sendiri. Gaya tersebut bisa dipengaruhi oleh kepribadian, pekerjaan, rutinitas, lingkungan, hingga fase kehidupan yang sedang dijalani.
Personal style juga tidak bersifat tetap. Gaya berpakaian seseorang dapat berubah seiring bertambahnya usia, perubahan pekerjaan, maupun proses memahami diri.
Karena itu, tidak ada satu gaya yang harus digunakan oleh semua perempuan. Setiap perempuan berhak menentukan cara berpakaian yang membuatnya nyaman tanpa harus mengikuti standar penampilan orang lain.
Mengapa Kemampuan Mix and Match Penting?
Mix and match bukan hanya tentang membuat outfit terlihat menarik. Kemampuan ini membantu kita memaksimalkan pakaian yang sudah dimiliki.
Berikut beberapa manfaat memahami mix and match:
1. Memudahkan Memilih Outfit
Memahami kombinasi warna dan jenis pakaian dapat mengurangi kebingungan saat menentukan outfit. Kita sudah memiliki gambaran mengenai atasan, bawahan, dan aksesori yang bisa dipadukan.
2. Memaksimalkan Isi Lemari
Satu fashion item dapat digunakan untuk beberapa tampilan. Dengan begitu, kita tidak harus membeli pakaian baru setiap kali ingin menciptakan gaya yang berbeda.
3. Membantu Menemukan Personal Style
Semakin sering mencoba kombinasi pakaian, semakin mudah pula mengenali gaya yang paling sesuai dengan karakter dan aktivitas kita.
4. Membuat Belanja Lebih Terarah
Kemampuan mix and match membantu kita mengetahui pakaian apa yang benar-benar dibutuhkan. Keputusan belanja pun tidak hanya didasarkan pada tren atau keinginan sesaat.
5. Mendukung Kenyamanan dan Kepercayaan Diri
Paduan outfit yang tepat dapat membantu kita merasa lebih nyaman saat menjalani aktivitas. Dari rasa nyaman tersebut, kita bisa membawa diri dengan lebih percaya diri.
Baca Juga: 5 Cara Kreatif Perempuan Melamar Pekerjaan agar Lebih Dilirik Recruiter
Cara Mulai Mengenali Gaya Berpakaian Sendiri
Menemukan gaya pribadi membutuhkan proses. Namun, kamu bisa memulainya melalui beberapa langkah sederhana berikut.
1. Kenali Aktivitas Sehari-hari
Perhatikan kegiatan yang paling sering kamu lakukan. Apakah lebih banyak bekerja di kantor, kuliah, bertemu klien, menghadiri acara, atau melakukan aktivitas santai?
Dengan memahami aktivitas, kamu bisa menentukan jenis pakaian yang paling banyak dibutuhkan.
2. Perhatikan Pakaian yang Sering Digunakan
Coba lihat pakaian mana yang paling sering kamu pilih. Pakaian tersebut biasanya memberikan petunjuk mengenai warna, bahan, dan potongan yang membuatmu nyaman.
Sebaliknya, perhatikan juga pakaian yang jarang digunakan. Cari tahu apakah penyebabnya adalah ukuran, warna, model, atau kesulitan saat memadukannya.
3. Pilih Warna yang Membuatmu Nyaman
Kamu tidak harus selalu mengikuti warna yang sedang tren. Mulailah dengan warna yang kamu sukai dan membuatmu merasa nyaman.
Setelah itu, pelajari cara mengombinasikan warna tersebut dengan warna netral atau warna lain yang masih selaras.
4. Utamakan Fit dan Kenyamanan
Pilih pakaian yang memungkinkan tubuh bergerak dengan nyaman. Jangan memaksakan tubuh menyesuaikan pakaian yang ukuran atau potongannya tidak sesuai.
Pakaian yang terlihat menarik tetapi membuatmu tidak nyaman justru dapat mengganggu aktivitas dan cara membawa diri.
5. Bereksperimen dengan Aksesori
Tas, sepatu, scarf, sabuk, atau perhiasan dapat mengubah kesan sebuah outfit. Melalui aksesori, satu kombinasi pakaian bisa digunakan untuk beberapa suasana berbeda.
Belajar Fashion dalam Ruang yang Suportif
Menemukan personal style tidak selalu mudah dilakukan sendiri. Terkadang, kita membutuhkan arahan, inspirasi, dan ruang yang nyaman untuk bereksperimen.
Workshop fashion dapat menjadi salah satu cara untuk belajar memahami mix and match secara lebih praktis. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga bisa melihat contoh kombinasi pakaian, berdiskusi, dan menemukan inspirasi baru.
Lebih dari itu, workshop juga bisa menjadi ruang bagi perempuan untuk saling bertemu dan mendukung. Sebab, proses membangun rasa percaya diri akan terasa lebih nyaman ketika dilakukan bersama lingkungan yang positif.
Kesimpulan
Well dressed bukan tentang pakaian mahal, mengikuti semua tren, atau memenuhi standar kecantikan tertentu. Well dressed berarti mampu memilih pakaian yang nyaman, sesuai kebutuhan, dan mencerminkan diri sendiri.
Memahami personal style dan kemampuan mix and match dapat menjadi bagian dari self-development. Dari proses tersebut, perempuan bisa belajar mengenali karakter, menerima kebutuhan tubuh, dan menampilkan dirinya dengan lebih nyaman.
View this post on Instagram
A post shared by #1 Self Development Platform For Women (@perempuanmasadepan.id)
Jika kamu ingin belajar memadukan pakaian sekaligus menemukan inspirasi gaya yang lebih sesuai dengan dirimu, kamu dapat mengikiti acara Mix and Match Workshop: Well Dressed, Well Confidence oleh Perempuan Masa Depan pada 28 Juni 2026, pukul 09.00–11.00 WIB di Atsumaru Izakaya, Jakarta Selatan. Dengan biaya Rp65.000 per orang, kamu bisa mengikuti workshop interaktif, aktivitas komunitas, dan berbagai kegiatan menarik lainnya. Yuk daftar sekarang juga.
Karena tampil lebih percaya diri tidak selalu dimulai dari membeli pakaian baru, tetapi dari keberanian untuk mengenali dan mengekspresikan diri.

