What To Know
- Tetapi, menurut Harvard Health, makanan yang kita konsumsi juga bisa berpengaruh pada kerja otak dan kesehatan mental.
- Dengan demikian, mengkonsumsi makanan yang sehat tidak hanya berhubungan dengan berat badan, tetapi juga bagaimana tubuh dan pikiran terasa setiap harinya.
Hai peeps
Pernah nggak sih, mood kamu tiba-tiba turun, badan terasa lelah, atau jadi lebih gampang overthinking?
Ternyata, mood bukan cuma dipengaruhi stres atau kurang tidur aja loh. Tetapi, menurut Harvard Health, makanan yang kita konsumsi juga bisa berpengaruh pada kerja otak dan kesehatan mental. Jadi, apa yang kita makan sehari-hari bisa ikut memengaruhi energi, pikiran, dan suasana hati.
Kenapa Makanan Bisa Mempengaruhi Mood?
Tubuh dan otak sebenarnya saling terhubung. Ketika tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup, otak juga bisa bekerja lebih optimal.
Sebaliknya, pola makan yang kurang sehat kadang membuat tubuh lebih mudah lelah, sulit fokus, atau mood terasa tidak stabil.
Beberapa nutrisi seperti omega-3, magnesium, probiotik, dan karbohidrat kompleks sering dikaitkan dengan fungsi otak dan suasana hati.
Karena itu, menjaga pola makan bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga bisa menjadi bagian dari menjaga kesehatan mental. Berikut adalah makanan yang dapat coba kamu konsumsi:
1. Ikan Berlemak
Salmon, tuna, sarden, dan makarel termasuk ikan yang kaya omega-3.
Menurut Mayo Clinic, omega-3 memiliki hubungan dengan fungsi otak dan kesehatan mental. Nutrisi ini juga sering dikaitkan dengan kemampuan konsentrasi dan membantu menjaga suasana hati tetap stabil.
Karena itu, ikan berlemak sering dianggap baik untuk membantu menjaga mood sehari-hari.
2. Makanan Fermentasi
Yoghurt, tempe, kefir, dan kimchi termasuk makanan fermentasi yang baik untuk kesehatan usus.
Tahukah kamu, Harvard Health menjelaskan bahwa usus dan otak saling terhubung melalui gut-brain axis? Artinya, kondisi kesehatan usus juga bisa ikut memengaruhi emosi dan suasana hati seseorang.
Dengan demikian, mengkonsumsi makanan yang sehat tidak hanya berhubungan dengan berat badan, tetapi juga bagaimana tubuh dan pikiran terasa setiap harinya.
3. Kacang dan Biji-bijian
Almond, chia seed, biji labu, dan kacang mete mengandung magnesium yang penting untuk tubuh.
Menurut NIH, magnesium membantu berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem saraf dan fungsi otot.
Selain itu, kacang dan biji-bijian juga bisa menjadi pilihan camilan yang lebih sehat dibanding makanan tinggi gula berlebihan.
4. Whole Grain
Oatmeal, roti gandum, brown rice, dan quinoa termasuk sumber karbohidrat kompleks atau whole grain.
Menurut Harvard Health, karbohidrat kompleks membantu proses produksi serotonin yang sering dikaitkan dengan pengaturan mood.
Karena itu, makanan seperti whole grain biasanya membuat energi terasa lebih stabil dibanding makanan tinggi gula yang cepat membuat tubuh lemas.
5. Dark Chocolate
Dark chocolate sering dianggap sebagai mood booster.
Beberapa penelitian juga membahas hubungan kandungan polifenol kakao dalam dark chocolate dengan suasana hati seseorang.
Selain memiliki antioksidan, dark chocolate juga sering memberikan rasa nyaman dan relaks ketika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Baca Juga: Cara Berhenti Menjadi People Pleaser Tanpa Merasa Bersalah
Menjaga Mood Bisa Dimulai dari Hal Sederhana
Saat membahas kesehatan mental, banyak orang langsung fokus pada healing atau self care.
Padahal, hal sederhana seperti memperhatikan makanan sehari-hari juga bisa ikut membantu menjaga mood tetap stabil.
Sehingga Mindi memiliki kesimpulan, self care bukan hanya tentang memberi hadiah untuk diri sendiri. Tetapi juga tentang bagaimana kita merawat tubuh dan pikiran dari hal-hal kecil setiap hari.
Namun, perlu digaris bawahi jika kamu sudah mengkonsumsi makanan tersebut sehari-hari tetapi mood tetap sering turun, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
Sebab, makanan hanya sekeral membantu mendukung kesehatan mental, tetapi bukan pengganti konsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan.

