What To Know
- Tetapi, dibutuhkan cara yang lebih kreatif agar value, karakter, dan potensi diri kamu bisa terlihat lebih jelas di mata recruiter.
- Karena di tengah banyaknya pelamar kerja saat ini, hal yang paling mudah diingat recruiter bukan hanya pengalaman, tetapi juga bagaimana seseorang memperkenalkan dirinya dengan cara yang berbeda dan autentik.
Hai peeps,
Pernah nggak sih, sudah berkali-kali mengirim CV, tapi belum juga mendapat panggilan interview?
Padahal, berbagai cara sudah dicoba. Mulai dari membuat CV ATS-friendly, CV kreatif, sampai menyesuaikan isi CV dengan posisi yang dilamar.
Namun, di tengah banyaknya pelamar kerja, CV saja kadang belum cukup untuk membuat recruiter benar-benar mengingat kamu.
Apalagi, berdasarkan data dari Financial Times yang pernah Mindi baca, sekitar 45% pencari kerja secara global menggunakan AI untuk membuat CV, cover letter, atau lamaran kerja. Akibatnya, seringkali recruiter menerima lebih banyak aplikasi dengan format dan gaya yang mulai terlihat seragam.
Karena itu, melamar pekerjaan tidak cukup hanya mengirim CV. Tetapi, dibutuhkan cara yang lebih kreatif agar value, karakter, dan potensi diri kamu bisa terlihat lebih jelas di mata recruiter.
1. Bangun Personal Branding di LinkedIn
Saat ini, LinkedIn bukan hanya tempat mencari lowongan kerja. Sebab, platform ini juga sering dijadikan recruiter untuk melihat bagaimana seseorang membangun image profesionalnya.
Menurut LinkedIn, profil yang dioptimalkan memiliki peluang 21 kali lebih besar untuk dilihat dan 36 kali lebih besar mendapatkan pesan dibanding profil yang tidak dioptimalkan. Optimasi ini bisa dilakukan dengan menggunakan keyword yang spesifik, deskripsi pengalaman yang jelas, serta konten yang relevan dengan bidang yang dituju.
Dengan demikian, kamu dapat mencoba mengoptimalkan LinkedIn dengan cara ini:
- menuliskan pengalaman dengan jelas
- mengunggah project atau hasil kerja
- membagikan insight sederhana sesuai bidang yang diminati
Sehingga, adanya personal branding yang jelas di LinkedIn akan membuat profilmu terlihat lebih profesional dan lebih mudah diingat recruiter.
2. Buat Portofolio yang Mudah Dilihat
Banyak orang hanya menulis skill di CV tanpa menunjukkan hasilnya secara langsung.
Padahal, recruiter sering lebih tertarik melihat bukti nyata dibanding sekadar daftar kemampuan.
Portofolio tidak harus selalu berbentuk website profesional. Apalagi saat ini, portofolio juga bisa dibuat menggunakan tools seperti:
- Notion
- Canva
- Google Drive
- PDF presentation sederhana
Dalam penelitian tentang penggunaan e Portfolio dalam proses hiring yang melibatkan 109 bisnis kecil dan 71 bisnis besar, portofolio disebut membantu employer melihat kemampuan kandidat secara lebih nyata.
Karena itu, jika memiliki project, desain, tulisan, atau hasil pekerjaan lain, cobalah mulai dikumpulkan dengan rapi.
3. Kirim Pesan Personal ke Recruiter
Banyak pelamar hanya menekan tombol “Apply” tanpa memberikan pendekatan tambahan.
Apalagi, aplikasi pencari kerja banyak yang menyediakan fitur melamar kerja hanya satu klik saja. Walaupun ini akan memudahkan pencari kerja, tetapi di sisi lain bisa membuat lamaran kurang personal jika tidak dilengkapi dengan pesan atau pendekatan yang lebih spesifik.
Contohnya seperti:
“Halo Kak, saya tertarik dengan posisi ini karena memiliki pengalaman di bidang content writing dan digital campaign. Saya juga melampirkan beberapa project yang pernah saya kerjakan.”
Walaupun kalimat diatas terkesan, Kalimat sederhana. Tetapi bisa memberikan kesan bahwa lamaran yang dikirim memang dipersiapkan dengan baik.
4. Tunjukkan Value, Bukan Hanya Pengalaman Kerja
Tidak semua orang memiliki pengalaman kerja panjang, dan itu bukan masalah.
Saat ini, value juga bisa ditunjukkan melalui:
- project pribadi
- freelance
- organisasi
- volunteer
- media sosial profesional
- konten yang pernah dibuat
Karena pada akhirnya, recruiter tidak selalu mencari kandidat yang “paling sempurna”, tetapi kandidat yang terlihat mau berkembang dan memiliki inisiatif.
Terlebih lagi, di era digital seperti sekarang, kemampuan untuk belajar dan beradaptasi sering dianggap sama pentingnya dengan pengalaman formal.
5. Gunakan CV yang Jelas dan Tidak Berlebihan
Banyak orang berpikir CV kreatif harus penuh warna dan desain yang ramai.
Padahal, yang paling penting justru adalah:
- mudah dibaca
- singkat
- relevan
- menunjukkan pencapaian
Menurut studi eye-tracking dari The Ladders, recruiter hanya menghabiskan sekitar 6–7 detik untuk melihat CV pada tahap awal. Karena itu, informasi penting sebaiknya dibuat lebih jelas dan langsung terlihat.
Perempuan juga Bisa Menonjol dengan Caranya Sendiri
Dalam proses melamar pekerjaan, perempuan sering merasa harus menjadi “sempurna” terlebih dahulu sebelum mencoba kesempatan baru.
Padahal, proses berkembang tidak selalu dimulai ketika semuanya sudah siap.
Yang terpenting adalah bagaimana seseorang berani menunjukkan potensi, value, dan kemauan untuk terus belajar.
Karena di tengah banyaknya pelamar kerja saat ini, hal yang paling mudah diingat recruiter bukan hanya pengalaman, tetapi juga bagaimana seseorang memperkenalkan dirinya dengan cara yang berbeda dan autentik.
Namun, proses mencari kerja juga tidak harus dilalui sendirian. Terkadang, support system dibutuhkan agar kamu bisa saling berbagi pengalaman, mendapatkan perspektif baru, dan tetap semangat selama proses melamar pekerjaan.
Jika kamu membutuhkan ruang yang aman untuk berkembang, kamu bisa bergabung dalam membership kami. Di sana, kamu dapat bertemu dengan sesama member, sharing pengalaman mencari kerja, dan mendapatkan dukungan agar proses ini terasa lebih ringan.

